Enyahlah Aku, Inginmu
gradasi warna pelangi dikelabunya awan hari ini
menyelipkan serpihan ingatanku
tentang, kelemahanku
kelemahanku, dialah seluruh ragaku
dialah yang mengikat darah dalam aliran nadi
dialah penghimpun denyut jantung disetiap seperdetik ku
dialah udara disetiap harumnya tanah sehabis hujan
tapi,
aku bukanlah segalanya
secuilpun tidak baginya
tak apa ..
katakan padaku,
teriakan ke seluruh penjuru
teriakan hingga kerongkonganmu kering
hingga mulutmu menjadi masam
berteriaklah, bagaikan deruh ombak
bagaikan gulungannya pula
hingga tiba dan menghantam bibir pantai
"enyahlah"
enyahlah aku, dan itu inginmu
tidak !
bukan seperti itu
baiknya, biarkan kakimu sendiri yang berderak pergi
biarkan aku menikmati punggungmu ketika beranjak
dan..
baik biarkan saja aku bediri disini
hingga senja yang jingga menelisik
hingga pagi berbisik pada embun
dan embun melesap disela sengatan binar mentari pagi
cahanya menjadikan bayanganmu begitu indah
berlarilah kasih,
tak apa ..
namun,
suatu hari yang pasti nanti
jika lelahmu tiba
aku dengan ingatan segala tentangmut
tentang debar jantungmu yang sempat terekam
datanglah padaku
disini,
selalu pasti ada hangat peluk untukmu.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar